PANGGUNG UNTUK PENYAIR

Panggung Untuk Penyair
Penulis itu masih dengan pena di tangan-nya.

Maaf. Aku salah.

Penulis itu kini hidup di zaman yang berbeda. Ia sedang bermain dengan suara mesin.

Bertanya-tanya ingin menuliskan tapa.

Apakah tentang dirinya?

Atau mungkin tentang orang lain?

Kata dia;

Seseorang yang sedang membacakan syair duka.

Mendayu-dayu dan menyayat hati.

Ia tak seperti sosok yang biasa orang-orang kenal.

Jiwanya baru muncul saat berada di panggungnya.

Panggung untuk para penyair.

Dari penulis yang meneduhkan hati.

Yang memudarkan luka sementara.

Yang berbicara dengan jiwa.

Yang melukai mata.

Yang menanggung penderitaannya sendiri.

Ia yang kaya akan kebijaksanaan.

Ia yang menutup syair dengan salam dan cinta.

Lalu dunia terdiam.

Tak disangkanya orang lain itu adalah dirinya sendiri.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "PANGGUNG UNTUK PENYAIR"

Post a Comment