Bagaimana Jika Ternyata Surga Tidak Menyenangkan atau Bahkan Tidak Ada?

Apakah surga ada?
Sesekali waktu luangku adalah secangkir kopi yang kurubah menjadi sebuah tulisan.

Tentang apa saja.

Seperti bagaimana cara menertawakan hidup, politik, agama dan juga sedikit puisi.

Yang terkadang dari setiap puisi ini, menyesatkan.

Misalnya:

"Bagaimana jika ternyata surga tidak menyenangkan atau bahkan tidak ada?"

Mungkin kamu pernah membaca atau melihat tulisan itu.

Ya. Tulisan itu ada pada sebuah dinding disebuah cafe, kutipan di instagram, dan juga hati manusia.

Sepintas terlihat bijak dengan makna yang sangat dalam. Tapi pada kenyataannya sebenarnya tidak.

Bagaimana kamu bisa meragukan tulisan-tulisan indah yang sudah ada sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu.

Yang dituliskan pada kitab-kitab terdahulu.
Yang diturunkan langsung oleh sang pencipta.
Yang disyiarkan melalui manusia-manusia terpilih.

Dan juga,

Yang jauh lebih luar biasa dari karya Kahlil Gibran yang kamu banggakan.

Kitab-kitab itu menjelaskan bahwa surga ada dan sangat indah.

Jika dibandingkan dunia, kenikmatan surga adalah lautan. Sedangkan dunia hanya ibarat setetes air yang diperebutkan.

Ya. Seperti itulah kata-kata.

Terkadang indah dan menyesatkan.



Dari seseorang yang suka membaca kutipan
Untuk dirinya sendiri
Ficky Septian Ali

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Bagaimana Jika Ternyata Surga Tidak Menyenangkan atau Bahkan Tidak Ada?"

  1. yah, untuk orang yang sedikit awam tentang makna dari sebuah kalimat filsafat, mungkin kalimat ini terdengar seperti "meragukan" umat yang religius. Pada kenyatannya tidak! Arti dari kalimat ini rektorik kawan, tidak perlu dijawab, akan tetapi dapat kita dalami maksudnya. Bagaimana jika surga tidak seperti yang kamu bayangkan? Apakah kamu akan menyesal karena tidak sesuai dengan ekspektasimu? Apakah kamu akan meninggalkan ibadah-ibadahmu? Pikirkan baik-baik :)

    ReplyDelete