Friday, November 10, 2017

MENJADI MANUSIA TAK SEBERCANDA ITU

Menjadi Manusia

Menanam dan Memanen Benih Kebaikan

Saya percaya apa yang akan kita dapatkan adalah apa yang pernah kita berikan.

Bahkan mungkin Gusti Allah akan mengembalikannya lebih dari yang kita kira.

Kita tanamkan kebaikan, kita pula yang memanem kebaikan tersebut. Bahkan lebih banyak.

Tapi kondisi manusia zaman now berbeda.

Tanpa sadar dengan lisannya mereka saling menyakiti. Baik yang nyinyir dibelakang, maupun yang terang-terangan.

Tapi bagiku, berani berterus terang adalah yang terbaik. Meskipun ini mungkin terasa seperti pisau yang mengiris.

Kita hidup dimana manusia tidak bisa menjaga sikapnya. Manusia-manusia yang telah kehilangan amanah.

Seperti;

Pejabat yang dititipi uang rakyat namun menghianati, mahasiswa dengan gengsi tanpa melihat kondisi orangtua, anak yang tidak menghormati orang tua dan orang tua yang mengabaikan hak dari anak-anaknya.

Dan juga manusia yang meninggalkan aib dirinya, tapi mempermasalahkan aib orang lain.

Hal ini juga berlaku pada penulis.

Ya. Saya lebih suka menuliskan cerita orang, daripada keburukan saya sendiri.

Maaf.

Tapi.....

Apakah dengan maaf ini berarti tidak menghilangkan rasa sakit?

Ayolah! Menjadi manusia tak sebercanda itu.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon