Thursday, November 16, 2017

Ananda Sukarlan: The Walkout Man

Ananda Sukarlan dan Najwa Shihab

Sekali-kali, saya ingin mencoba ikut ngobrolin politik, musik dan sikap pada seseorang.

Ya. Kita tahu beberapa hari kedepan Ananda Sukarlan akan tetap viral.

Mengingat sikapnya yang WO saat pidato pak Gubernur Anies Baswedan. Padahalan Anies Baswedan terpilih menjadi Gubernur dengan demokrasi.

Saya rasa sebagai seorang pianis dan komponis, ia tidak pantas melakukan hal itu.

Menurutku "oke" dia berbeda pendapat, lalu melakukan WO.

Tapi, untuk apa?

Dikira dengan WO, pak Anis mundur dari jabatan Gubernur?

Tidak!

Ananda Sukarlan bagiku seperti seseorang yang sudah terlalu banyak menyimpan kebencian. Bahkan saya hampir dibuatnya benci.
Saya melihat perbincangannya bersama Najwa Shihab benar-benar tidak seperti seorang pria.

Ia seperti pengecut yang tidak mengakui kesalahannya. Dan anehnya ia tidak menyesali perbuatannya.

Apa salahnya "nerimo"?

Pilgub sudah lama selesai. Saat ini kita sebagai warga tinggal nurut aja, mendukung kebijangan pemerintah daerah.

Dunia mungkin menjadikan Ananda Sukarlan satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century".

Tapi dengan sikapnya seperti itu saya rasa dunia akan lebih mengenalnya dengan...

"Ananda Sukarlan: The Walkout Man"


Berikut Video Perbincangan Ananda Sukarlan dengan Najwa Shihab:


EmoticonEmoticon