HALO BANDUNG

Halo Bandung, Apa Kabar?
Ini mungkin cerita lama.
Aku minta maaf baru sempat menulisnya.

Saat itu
Aku mengantri di Stasiun Tugu untuk membeli tiket
Kereta api yang mengatarku ke tempatmu berada.

Sepanjang antrian
Aku berharap agar bisa bertemu denganmu nanti
Di Bandung, kota tempatmu tinggal.

Setibanya disana
Semua wajah ramah menatapku curiga,
Membuat kota ini nampak sangat asing bagiku.

Supir taksi yang bertebaran tawar-menawar jasa mengantarkan dengan tarif argo yang menyebalkan.

Dari taksi ini
Diantarkanlah jiwaku perlahan untuk mengingat
Bandung dan jalanannya.

Sepeninggalanku,
Bandung seperti berubah menjadi lebih dingin dari biasanya,
Seperti sikapmu beberapa waktu yang lalu.

Dan
Aku menaruh seluruh hatiku untuk tetap tinggal.
Sudah saatnya aku kembali.

Lalu
Apabila yang terjadi pada hari ini ternyata sia-sia, maka
Aku akan merelakannya untuk benar-benar pindah sebelum semuanya berakhir.

Tapi
Jika kamu tetap disini, aku akan tetap tinggal
Bersama setiap kenangan yang pernah kau bawakan

Namun
Aku tahu kota ini tak seperti dulu lagi, begitu pula dengan dirimu
Kamu sudah menjadi orang yang asing bagiku.

Tapi
Setiap kenangannya kembali tergambar jelas dalam pikiranku.
Wajahmu mengingatkan aku kepada sosok seseorang yang pernah paling aku cintai.

Lalu
Sekali lagi aku akan mencoba menghapus setiap gambar pada memori.
Meski aku tahu mereka akan selalu mengikuti di belakangku seperti hantu.

Dan
Apabila aku merindukanmu, aku akan menyapamu dengan sangat berhati-hati;
Halo Bandung, bagaimana kabarmu?


Yogyakarta, 12 Mei 2017
Oleh
Ficky Septian Ali

Postingan terkait: