Friday, May 19, 2017

CUKUP SUDAH MENERTAWAKAN DAN MARI BERTINDAK!

Mahasiswa Universitas Indonesia

Dimana Perwakilan Rakyat?

Dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
Muhammad Syaeful Mujab
 
"Fiat Justitia Ruat Caelum: Keadilan harus ditegakan, sekalipun langit runtuh"
-Lucius Calpurnius Piso Caesoninus
(43 SM)

Selamat malam UI dan Indonesia,

Senang rasanya, meski sedang bergejolak dengan UAS, diskursus gerakan di kampus perjuangan tetap hidup. Semoga ini menjadi pertanda yang baik bagi perjuangan gerakan UI ke depannya.

Kawan-kawanku,
Masih ingatkah kita terhadap aksi yang dilakukan oleh salah satu aliansi BEM di Indonesia pada awal tahun 2017 yang membawa framing "Reformasi Jilid II" yang merespon kenaikan harga beberapa komoditas di awal tahun ini. Barangkali, kita juga masih ingat bagaimana IKM UI melalui BEM Se-UI menyikapi isu tersebut. Atau barangkali kawanku ingin membaca kembali bagaimana sikap BEM Se-UI waktu itu kawanku bisa membuka link berikut http://pendek.ga/BEMSEUI_Kenaikan .

Di dalam lembar evaluasi tersebut, BEM Se-UI mengkritisi isu kenaikan beberapa komoditas seperti Tarif Dasar Listrik (-yang sampai saat ini belum terselesaikan) dan isu lainnya. Tetapi karena tidak sepakat dengan framing aksi yang diangkat, kami memutuskan untuk tidak melakukan mobilisasi massa dan memberikan ultimatum jika kondisi tak membaik maka kami akan melakukan mobilisasi massa. Sikap yang sama juga dikeluarkan oleh saudara tua kita dari bumi Ganesha, kawanku bisa turut membaca di link berikut bit.ly/suratterbukaKMITB .

Sembilan puluh hari kerja pasca penyikapan tersebut dan dengan kondisi yang tak kunjung membaik, IKM UI berkolaborasi dengan KM ITB memutuskan untuk menggunakan hak konstitusional kita sebagai warga negara untuk menyuarakan aspirasi terkait kondisi bangsa, tentu dengan harapan bisa merubah keadaan.

Barangkali semua merasa kondisi sekarang baik-baik saja, kawanku sudi kiranya membaca kajian kami berikut:

Kajian BEM UI: bit.ly/Kajian19MeiBEMUI
Kajian KM ITB: bit.ly/Kajian19Mei

Semoga sedikit tulisan di atas dapat memberikan penyadaran tentang kondisi bangsa saat ini. Atau barangkali kawanku tidak sepakat, berdiskusi yang bersahabat dengan secangkir kopi hangat mungkin menyenangkan.

Jika saya boleh berpendapat, kondisi bangsa ini bisa tergambarkan dari sebaris sajak ini,

-------
Bangsa ini memang mengundang tawa
Ekonomi semakin menindas yang tak berdaya, hukum berpihak pada yang berkuasa

Dulu,
Karena Bung Hatta tidak korupsi
Sampai mati ia tak bisa membeli sepatu Bally
Sekarang,
Tak banyak orang yang seperti Bung Hatta
Memimpin tanpa menguras harta negara

Dulu,
Demokrasi kita mengenal trias politika
Sekarang,
Barangkali yang dikenal Trias Koruptika

Ikhtiar kemanusiaan dan keadilan terjungkal kandas
Perselisihan cabang kuasa dalam keengganan berantas rasuah
Ketidaksewenangan masih jauh dari mati, persekutuan jahat masih menari dan menyanyi

Di tengah negara yang tak berdaya, insiatif dan keberanian warga menjadi niscaya
Sambut seruan ini, langkahkan kakimu ke jalanan

Barangkali ini jadi momen langka
Dua saudara tua kembali bersua
Makara dan Ganesha tak mau bungkam
Sudah saatnya tunjukan keberpihakan

Semoga Tuhan selalu membersamai kita semua

--------

Barangkali kawanku tergugah, kawanku bisa bergabung dalam barisan besok. Informasi lebih lanjut https://timeline.line.me/post/_dQU2sFNIeHXq5M-8jzAEgYvMvWYu0LTeXBk1Q-w/1149511445810084021

Masih tak sepakat? Tak apa, ketidaksepakatan adalah sebuah keniscayaan. Namun izinkan, setidaknya saya, untuk menunjukkan keberpihakan dan berhenti menertawakan. Seruan ini akan tetap berlaku, kecuali esok keadilan sudah tak lagi layu.

Mari sambut seruan dan ambil bagian!

Salam Hangat dari kawanmu,
Muhammad Syaeful Mujab
Ketua BEM UI
Bagian dari IKM UI

Pic: