Upaya Menentramkan Batin Dengan Berdzikir


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Melalui tulisan ini aku ingin berpesan, khususnya pada diriku sendiri dan juga kepada kalian yang akhirnya sempat untuk membaca tulisan ini, untuk terus meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan meningkatkan amal ibadah kita sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT, dan menjauhi segala larangannya.

Mungkin sedikit berbeda dengan tulisan-tulisanku yang sebelumnya. Aku sepertinya memang kadang harus lebih sering menuliskan tentang hal yang memotivasi diri, dibandingkan mengurusi keresahaan yang tak kunjung usai.

Aku adalah manusia, begitu pula denganmu, dan kita hanyalah manusia biasa baik jasmani maupun rohani. Entah kenapa Tuhan menciptakan hati ini dengan perasaan yang bisa berubah-ubah. Dalam artian tidak selamanya merasa senang, gembira, dan bahagia, melainkan kadang merasa cemas, kadang juga sedih, gundah-gulana lalu apa lagi? 

Sebagai manusia biasa jelas kita memiliki iman yang berubah-ubah pula. Kadang iman kita sedang begitu besarnya, sehingga ibadah kita menjadi sangat baik. Ada pula terkadang malah imannya tipis, yang kemudian berkembang menjadi putus asa. 

Aku tentu pernah merasa sedih, was-was ataupun gundah gulana. Ada perasaan yang menghantui, menakut-nakuti hingga terasa seakan-akan membunuhku secara psikologis. Saat itu mungkin imanku sedang tipi, aku sedang lupa bahwa selalu ada tempat untuk mencurahkan isi hati. Dimana? Tentu saja dihadapan Allah SWT dengan berdzikir.


Hati yang tenteram adalah kebahagian sejati. Hati yang tenteram bersumber dari keyakinan hati akan keselamatan dunia dan akhirat. Tidak akan ada ketakutan dalam diri ini, tidak pula akan ada perasaan sedih dihati. Keyakinan ini benar-benar akan kita dapatkan jika hati selalu dekat dengan Allah.

"Yang akan mendapat hidayah Allah itu adalah orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tenteram" - QS. Ar-Ra'du [13] : 28

Bukankah hati kita akan selalu diberikan nikmat yang begitu besar dan condong ke hadirat Allah, merasakan sakinah (kedamaian) ketika ridla kepada-Nya sebagai satu-satunya yang memberi perlindungan juga penolong.

Namun, kita atau bahkan diriku malah sempat keliru besar karena berharap kebahagiaan dari sebuah hiburan, hobi, wisata, dan bersenang-senang. Padahal semua hal itu hanya menyisakan kelelahan hati dan mengakibatkan kegelisahan yang tak pernah bertepi.

Sesungguhnya berdzikir kepada Allah adalah suatu kebutuhan, karena berdzikir merupakan suatu penghubung antara makhluq dan Khaliqnya. Selama manusia berdzikir, selama itu pula manusia itu berhubungan dengan Sang Pencipta. Sebaliknya, jika meninggalkan dzikir, berarti melepaskan diri dalam berhubungan dengan Penciptanya. Jika sudah terlanjur lepas, kita sebagai manusia biasa akan lebih mudah untuk didekati oleh syetan, dirusak keimanannya melalu godaan-godaan mautnya.

Ketika suatu insan  beriman menghadapi suatu problema, segeralah ingat kepada Allah, lepaskan diri dari lingkatan syetan. Selalu ingatlah kepada Allah, ingat akan petunjuk-petunjukNya, ingat akan perintahnya, dan ingat solusi yang diberikan Allah.

"Orang-orang yang beriman, dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram"

Satu-satu nya hal yang paling ampuh untuk meneduhkan hati adalah melalui dzikir. Tidak ada satupun yang mampu lebik indah untuk dinikmati oleh hati, selain dari mencintai Sang Penciptanya. Sebagai seseorang yang beriman, aku merasa begitu tenteram dengan berdzikir. Aku merasa hilang dari kegalauan dan kegelisahan, yang ada hanya kebahagiaan dan kenikmatan.


Jumat kemarin, bukankah Aksi Super Damai 212, terasa begitu tenteram dan damai, dikarenakan semuanya terjadi atas izin Allah SWT. Ratusan ribu orang yang ada di sekitar Monas pun dengan khidmat berdzikir meminta perlindungan kepada Allah untuk bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Adapun beberapa hal yang akan diperoleh melalui dzikir ini, antara lain:

1. Sebagai pertanda ketaatan seorang mu'min kepada Allah, karena dzikir memang diperintah oleh-Nya.

2. Orang yang berdzikir akan memperoleh ampunan yang besar dan pahala yang tiada terhingga.

3. Orang yang berdzikir senantiasa akan diingat oleh Allah SWT.

4. Sebagai ciri Ulul Albab (Cerdas Cendekia).

5. Dzikir merupakan senjata taubat.

6. Dengan dzikir orang akan meraih kesuksesan dan keberuntungan.

Demikianlah sedikit kata yang bisa aku tuliskan mengenai upaya menentramkan batin dengan berdzikir. Semoga Aksi Super Damai 212 yang diisi dengan dzikir dan shalawat bersama dapat meningkatkan iman dan taqwa, serta rasa nasionalisme terhadap seluruh umat muslim di seluruh Indonesia.

Akhir kata, semoga kita semua selalu senantiasa ingat kepada Allah SWT, agar kita selalu dalam lindungan-Nya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan terkait: