Hijrah Cintaku Menguatkan Alasanku

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik." (Qs. An Nur:26)

Baru baru ini aku tersadar akan banyak hal mengenai kehidupan melalui ayat tersebut. Aku mungkin sudah terlalu sering atau bahkan biasa menjalani kehidupan sendiri. Ya, jomblo hampir 3 tahun adalah waktu yang cukup lama, maaf maksudku sangat lama. Tapi sesungguhnya aku harus bersyukur, karena sejak awal Allah telah menghindarkan aku dari begitu banyak hal yang tidak baik. Terimakasih juga Ca, yang telah mematahkan hatiku berpuluh-puluh kali. Aku juga senang karena kamu begitu baik padaku, sehingga aku tak perlu melihat kepada yang lain. Segala hal yang telah terjadi selama ini harus aku sesali karena aku terlambat untuk bersyukur. Aku harusnya sangat bersyukur atas segala kesendirianku ini, karena semuanya telah membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, begitu pula dengan keyakinanku. Semoga keimananku pun semakin bertambah dan aku bisa memperdalam lebih jauh mengenai ilmu agamaku. Senantiasa hanya karena Allah SWT.

Dulu aku begitu lelah untuk memperbaiki kehidupanku sendiri. Saat kau memutuskan untuk pertama kali untuk pergi dari kehidupanku, aku selalu berusaha untuk menjaga hatiku agar tetap utuh. Tapi, kemudian usahaku selalu sia-sia. Kau pernah kembali dan membawaku kedalam begitu banyak dosa-dosa kecil. Lalu pergi begitu saja meninggalkan begitu banyak luka dan lara. Bodohnya dulu, kenapa aku harus menangisi kepergianmu. Padahal kepergianmu adalah cambuk yang membuatku kini bangkit. 

Harusnya mulai dari sekarang aku harus bisa berkomitmen untuk sendiri. Jikalau suatu saat aku jatuh hati, aku harus mampu mengajaknya ta'aruf dan meyakinkannya kalau aku akan segera menikahinya. Aku tak perlu mengajak seorang wanita untuk berpacaran denganku. Lagi pula pria baik mana yang mengajak perempuannya untuk pacaran. Pria yang taat pada agamanya harus mampu menghalalkan cintanya. Begitu pula sebaliknya, perempuan yang baik pun mana ada yang mau diajak untuk berpacaran. Kembali pada ayat diatas, aku yang memimpikan perempuan yang baik harus terlebih dulu memperbaiki diri.

“wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah buat wanita wanita yang keji pula, dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”

Disini aku tidak pernah bermaksud untuk melarang dan menggurui kepada kalian yang sedang menjalin hubungan asmara melalui berpacaran. Tapi alangkah baiknya jika kalian mau menyelesaikan hubungan pacaran kalian dan menggantinya dengan ta'aruf. Boleh selalu bertemu asalkan selalu ada yang mendampingi. Pintu untuk bertaubat selalu terbuka lebar bagi mereka yang ingin memuluskan langkahnya dalam ranka hijrah cinta di jalan Allah SWT.

Aku hanyalah penikmat teh tawar dan pecandu rindu. Apa yang aku tulis belum tentu aku, begitu pula dengan apa yang kamu baca. Maafkan jika sedikit mirip lagu Rossa.

Sekian dari aku yang terlalu terbawa.

Postingan terkait: