Siapa Sosok Asep Suhendar?

Asep Sunandar Sunarya adalah seorang maestro wayang golek di Indonesia. Beliau kelahiran Bandung, 3 September 1995 dan wafat pada umur 58 tahun di Bandung, 31 Maret 2014. Sosoknya beberapa hari kemarin menjadi trendline di pencarian google. Tepatnya hari sabtu, 3 September 2016 sosoknya menjadi Google Doodle di halaman awal pencarian situs google.

Sosoknya menjadi semakin dikenang kembali lagi oleh masyarakat Indonesia, khusunya daerah jawa barat dengan budaya sundanya. Google secara tidak langsung telah memberikan penghargaan untuk Ki Asep karena memberikan ruang pada tanggal 3 September untuk mendedikasikan namannya. Selaku dalam wayang golek, beliau selalu konsisten dalam bidang melestarikan budaya sunda. Beliau tau takdirnya menjadi seorang dalang sudah ditentukan sejak awal oleh dalang yang sesungguhnya, yaitu Tuhan. Beliau telah menyatu dengan dunia wayang golek yang digelutinya. Hingga pada akhirnya penghargaan demi pengharagaan diraihnya, mulai dari tingkat lokal, provinsi, nasional hingga mancanegara.

Tanpa adanya sosok Asep Suhendar mungkin Cepot tidak akan sepopuler sekarang. Saya yang notabenenya hanya mahasiswa Bandung pendatang tidak akan tau siapa sosok Cepot yang dikenalkannya. Inovasi dan kreativitasnya mampu menaikan derajat wayang golek yang dulu sempat dianggap seni kampungan oleh segenlintir orang yang tergilas oleh zaman.

Materi dan ketenaran ia dapatkan dari hasil berjuang tanpa henti dalam menghadapi berbagai macam dinamika kehidupan yang sering kali menyebalkan. Orang tidak banyak tahu profesinya sebagai dalang melewati jalan panjang yang terjal. Kritikan pedas yang dilontarkan masyarakat adalah pemacu atas kerja kerasnya hari itu. Menurutnya seberapa pedas kritikan orang-orang tentangnya, beliau mampu menjadikannya pupuk dan cambuk hingga muncul kreativitas dan inovasi yang baru. Beliau selalu ingat, ketika beliau sudah seperti sekarang ini karena berkat adanya hari kemarin.

Sayang kini beliau sudah tiada, sekarang tinggal masyarakat sunda yang wajib melestarikan budaya wayang golek bersama cepotnya. Kisah dari pengalaman beliau bisa kita jadikan pelajaran untuk hidup kita agar tidak gampang menyerah. Berapa kalipun jatuh, berapakali pun di cerca jangan sampai kita berputus asa. Bangkitlah! Jadikan semua cemooh yang diberikan kepada kita sebagi cambuk agar kita bisa lebih kuat menghadapi kehidupan.

Demikianlah, sosok Asep Suhendar.


Postingan terkait: