Semua Cinta Sebelum Kamu, Biasa Saja


Seminggu sekali, kadang ada satu hal yang memaksaku untuk bercerita tentangmu. Aku bukanlah milikmu, begitu pula denganmu. Disini tidak pernah ada perasaan untuk saling mencintai. Aku telah lupa sudah berapa kali hatiku, kamu patahkan. Sambil menertawakan perasaan yang begitu bodoh, aku ingin menulis mengapa aku pernah bisa jatuh hati padamu.

Di atas meja warna coklat, melalui sebuah keyboard aku mulai membicarakan berbagai hal mengenaimu. Mata sayumu dan manisnya bibirmu adalah salah satu hal yang selalu pernah aku suka. Drama yang selalu kamu tonton, rindu seorang anak bungsu pada saudaranya dan berbagai hal yang membuatmu sedih adalah salah satu cerita yang selalu aku tunggu untuk didengarkan.

Aku tidak perlu lagi menuliskan hal yang sulit. Bagiku, apa yang aku tulis adalah sebuah keikhlasan. Aku sudah cukup bosan menikmati senyummu. Tidak ada lagi perasaan ingin tau mengenai hal apapun tentangmu. Semua cinta sebelum kamu, mungkin biasa saja. Hingga akhirnya aku sadar sebelumnya aku juga telah mengatakan hal yang sama.

Apapun yang aku tulis, bukanlah semata-mata hanya untuk kamu. Biarkan saja semua orang tau seperti apa perasaanku yang dulu. Jangan lupa untuk tetap tersenyum. Aku tau kamu memiliki begitu banyak teman yang selalu membuatmu kuat. Masalah yang kamu hadapi mungkin akan lebih berat lagi, tapi dari matamu aku melihat tidak ada sesuatu yang bisa membuatmu menyerah bukan?

Menyenangkan sekali menuliskan hal ini seminggu sekali. Jika minggu depan sudah tidak ada cerita tentangmu, berarti aku sedang bosan.

Tapi pernahkah aku bosan bercerita tentangmu?

Postingan terkait: