Cerpen: Di Klub Malam Tahun Baru

Seorang gadis cantik dari kota kembang mengunjungi sebuah klub di malam tahun baru. Wajahnya bagai paduan sekuntum bunga mawar dan melati. Rambutnya bagai sunset di senja. Dan bibirnya bagai fajar merekah.

Gadis cantik ini telah membuat para pemuda jatuh hati untuk memandangi dan menggodanya. Seseorang ingin berdansa dengannya, sedang yang lain menawari minuman keras untuk menghormatinya. Namun yang jelas, semua orang ingin memiliki dirinya. Bukankah saat ini malam tahun baru?

Tetapi si gadis terkejut dan berprasangka buruk pada setiap pemuda itu. Ia bahkan tak segan untuk menampar salah satu atau dua orang di antara mereka. Lalu ia pergi menjauh.

Dalam perjalanan pulang malam itu menggunakan taksi, ia berbicara dalam hati, 

"Aku jijik. Betapa tidak sopannya para pria muda itu."

Setahun berlalu, dan selama itu pula si gadis cantik terkenang akan klub malam tahun baru beserta tingkah laku para pemudanya disana.

Lalu ia datang lagi ke klub malam tahun baru. Wajahnya masih bagaikan sekuntum bunga mawar dan melati. Rambutnya masih bagai matahari terbenam. Dan bibirnya pun masih bagai fajar merekah.

Namun sekarang setiap pria yang memandangnya mulai memalingkan muka. Gadis itu kini sendiri semalaman, tanpa ada satupun seorang pemuda yang sudi memandanginya. Ia merasa kesepian.

Dan ketika tengah malam tiba, ia diantar taksi pulang ke rumah. Dalam hatinya ia menangis,

"Aku jijik. Betapa tidak sopannya pria muda itu. Mereka sudah melewati batas kesabaran."

Postingan terkait: