Si Pejalan Kaki


Ini langkahku, berjalan sendiri tanpa beban
Bebas melupakan tiap jejak yang ditinggalkan
Menyatu dengan sudut-sudut kota
Berinteraksi satu sama lain
Memberi rasa yang nyata dan pedih

Ini jejakku, aku tinggalkan dengan ikhlas
Menari-nari bersama debu, bersama rerumputan
Menjadi suatu esensi dalam sebuah perjalanan
Suatu kehidupan yang hilang
Trotoar jadi tempat jualan, pula jalan kendaraan

Musik folks di ponsel ini berdengun di kepalaku
Membawa pikiranku pergi jauh ke masa lalu
Membayangkan seperti apa Bandung tempo dulu
Dingin, sejuk dan hanya ada sedikit debu
Namun banyak pertemuan antar jejak di tanah aku

Aku benci suara klakson itu, dibunyikan lagi
Menyadarkanku yang sedang di zaman ini
Panas, lelah, kesal dan penuh gerutu di hati
Tak bisa amarah, aku pertahankan kini
Ini aku si pejalan kaki

Postingan terkait: