Menanggapi Kehebohan Awkarin di Medsos, Meresahkan!

Awkarin dan Tato di Lengannya
Sekitar satu pekan yang lalu, saya dikenalkan sosok seorang awkarin. Sosoknya rame dibicarakan orang-orang di media sosial, demi keuntungan. Nama aslinya Karin Novilda, seorang remaja yang baru lulus SMA. Cewe ini sudah menjadi trending dimana-mana. Dulu mungkin karena prestasinya, mengingat masa lalunya adalah siswi berprestasi peraih rangking 3 Ujian Nasional SMP di Kepulauan Riau. Beda dengan sekarang, namanya terkenal karena ulahnya di media sosial.

Sepintas Karin sebenarnya remaja biasa. Bedanya dia memiliki begitu banyak penggemar yang mengidolakan sosoknya. Apa sih yang membuat sosok Karin begitu di idolakan? Dari kemarin saya mencoba melakukan studi kasus, mencari tau lewat ask.fm dan instagram user @awkarin. Sungguh mencemaskan, kehidupan bebas yang diperlihatkan sosok awkarin ini dibanggakan oleh remaja sekarang.

Padahal yang diperlihatkan awkarin ini adalah sebuah kebobrokan mental remaja di Indonesia. Bayangkan saja, apa tidak resah jika melihat seorang wanita yang umurnya masih belasan tahun merokok? Belum lagi, ada banyak sekali postingan foto mesra yang terlalu vulgar. Jika itu biasa, bagaimana dengan mengkonsumsi alkohol? Jika menurut anda masih biasa, bagaimana dengan memiliki tato di lengan? Anehnya sosok yang seperti ini, malah di idolakan oleh remaja sekarang. Jika suatu hari kebobrokan ini malah menular kepada anak, adik atau mungkin saudara perempuan Anda. Lantas, siapa yang patut disalahkan? 

Awkarin Merokok
Awkarin boleh saja menganggap dirinya benar, ia merasa menjadi remaja generasi kekinian yang bebas akan dirinya sendiri "Swagger". Swagger disini adalah seseorang yang memiliki suatu kelebihan, ia keren mudah diterima di masyarakat dan punya rasa percaya diri yang tinggi. Soal gaya berpakaian, jangan ditanyakan lagi. 

Jujur saja, sebagai seorang pria. Saya adalah seseorang yang menyukai sosok-sosok yang memiliki kharisma tinggi dan layak disebut Swagger, Gigi Hadid misalnya. Karena itu saya tetap mengakui apapun alasan Awkarin untuk tetap pada keteguhannya dalam bertindak di media sosial. Toh, dia masih enak bisa dapat uang dari endorsenya. Sementara, Anda yang mengolok-oloknya di media sosial hanya mendapatkan kesal di hati. 

Sungguh, bukan Awkarin yang meresahkan. Saya hanya cemas pada remaja generasi sekarang, apalagi yang masih ada hubungan keluarga. Saya benar-benar resah dengan diri saya sendiri, perasaan ini memaksa saya untuk membagi cara bagaimana untuk menaggapi fenomena ini. Saya benar-benar khawatir akan seperti apa nasib remaja sekarang yang mengidolakan gaya hidup seperti Awkarin.

Gigi Hadid
Oleh karena itu, saya ingin memberi himbauan untuk Anda yang memiliki anak atau saudara yang masih remaja. Berikut ini adalah diantaranya:

1. Mari kita mulai membentengi remaja generasi sekarang dari konten-konten, yang berbau pornografi terselubung. Jangan sampai Anda melihat anak atau saudara menonton adegan mesra seperti berciuman yang dipertontonkan oleh para Swagger, Awkarin misalnya. Video yang diunggah Awkarin tidaklah pantas, untuk dipertontonkan oleh anak dibawah usia 17 tahun. Sebisa mungkin remaja kita malah di kasih sedikit siraman rohani atau yang lebih positif. Banyak kok di youtube tinggal searching aja.

2. Sebisa mungkin, kita harus bisa mengawasi kegiatan berpacaran mereka. Jangan sampai kejadian, ia yang ternyata masih keluarga Anda memposting foto mesra melebihi kewajaran. Jika sudah terlanjur jangan sungkan untuk menegur apalagi memarahi(dalam arti menasehati). Tapi santai aja bos, jangan langsung pake emosi nanti bisa jadi malah akan menjadi-jadi. Kalau sudah menjadi-jadi, nanti Anda pasti bakal ikut malu akan ulahnya.

3. Pantau terus kegiatan mereka di media sosial. Jangan sampai kita kecolongan karena ketika mereka sedih, kacau dan bimbang. Sudah sepatutnya kita ada disamping mereka, harapannya adalah agar mereka tidak lari ke hal-hal yang negatif, misalnya merokok dan mengonsumsi alkohol. Ini adalah hal yang rentan terjadi pada masa remaja, saya mengerti karena pernah merasakan betapa butuhnya suatu pelampiasan saat itu.

Mungkin cukup tiga himbauan dari saya, jika ingin menambahkan silahkan bisa hubungi saya terlebih dahulu melalui email: [email protected] dengan subjek: "Menanggapi Kehebohan Awkarin". Sebelumnya saya juga ingin meminta maaf, apabila apa yang saya tulis diatas belum bisa diterima oleh Anda.

Saya juga secara pribadi tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan nama Awkarin. Ini adalah salah satu cara untuk mendobrak populeritasnya. Apabila ada pembaca yang ternyata dari keluarga atau fans berat Awkarin, saya minta maaf sebesar-besarnya.

Sekian dulu ya.

Selamat malam.

Postingan terkait: