5 Alasan Kenapa Kamu Harus Setuju dengan "Full Day School"

Akhir-akhir ini, masyarakat di Indonesia tengah ramai memperdebatkan tentang adanya "Full Day School". Namanya juga negara Indonesia, apa-apa dikit jadi kontroversi. Ada yang setuju, tapi banyak pula yang menolak. Alasannya pun bisa dibilang agak nyeleneh, barangkali nanti anaknya cape lah, ini lah, itu lah. Menurut siswanya sendiri gimana? Bukannya malah bisa jadi makin banyak waktu untuk mengembangkan potensi dan bakat lewat ekskul di sekolah? Iya ga, de?

Sebenarnya diterapkannya "Full Day School" ini, tidak mempengaruhi apapun pada diri saya dan masyarakat yang lainnya. Sehingga banyak pula masyarakat yang tidak peduli, toh bukan mereka yang menjalani. Tapi, sebagai warga negara yang baik tentu saya mendukung program pemerintah yang satu ini. Mendukung saja, kayanya masih belum cukup. Makanya saya ingin mengajak teman-teman untuk ikut mendukung program "Full Day School".

Alasannya apa, Ky?

Hmm.. Langsung aja

1. Belajar seharian? Tidak!
Full berarti penuh, Day berarti hari lalu School berarti sekolah. Saya lebih suka mengartikannya, "Seharian di Sekolah". Seharian di sekolah yang di maksud, bukan berarti belajar terus-terusan di sekolah. Anak-anak bisa terus beraktifitas di sekolah setelah jam mata pelajaran usai, tapi ga boleh pulang. Kenapa ga boleh pulang? Soalnya, sekolah kan sudah nyediain banyak aktifitas yang bisa mendukung potensi dan bakat anak. Misal ada PR, bisa jadi langsung dikerjain di Sekolah. Lagian kalo disia-siain kan sayang. Perasaan kamu kalo disia-siain juga, sayang kan? Apa sedih? Eh.

2. Hanya berlaku untuk SD dan SMP.
Anak-anak Sekolah Dasar dan Menengah, berada dalam rentang usia antara 5 sampai 15 tahun. Dimana, masa-masa ini berada dalam fase dari anak-anak sampai akhirnya menjadi remaja. Fase ini bisa dibilang fase terbaik untuk anak-anak mengembangkan minat, potensi dan bakatnya. Awalnya, anak-anak masih tergolong penurut sehingga mudah untuk diatur. Namun, ketika sudah mulai memasuki tahap-tahap awal remaja mereka mulai labil. Karena itu, Full Day School sangat penting di fase ini. Adanya kegiatan seharian di sekolah akan menghindari dampak negatif dari berbagai media.

3. 24 jam? Sampai malam aja engga!
Kegiatan boleh seharian di Sekolah, tapi maksudnya ga sampai nginep juga. Paling mentok-mentok, paling sore pukul 17:00, pulang sampai rumah langsung mandi, sholat maghrib lalu makan malem dilanjut sholat isya. Kemudian belajar jika perlu, kalo udah ngantuk tidur. Paginya ngulang kegiatan yang sama balik ke sekolah lagi. Kalo ada asramanya disekolah kayanya si bisa jadi nginep. Tapi itu sekolah apa pondok pesantren?

4. Anak tidak sendiri disaat orang tuanya bekerja
Tidak adanya orang tua disaat seorang anak pulang sekolah pada jadwal biasanya, membuat kegiatan anak berada diluar pengawasan. Di jaman sekarang, anak kalo ga diawasi suka jadi aneh-aneh. Berawal dari ngerokok misalnya, tawuran dan yang lainnya.  Full Day School jelas-jelas menekankan kegiatan di sekolah. Saya berharap pengawasan dan bimbingan dari guru saat kegiatan belajar sudah usai, dapat membatu perkembangan si anak.

5. Membangun karakter dari Full Day School.
Karakter yang kuat sangat diperlukan bagi anak-anak. Semuanya mudah jika dibangunnya di lingkungan sekolah, seperti contoh kegiatan ibadah dan lainnya. Diluar sekolah sebenarnya bisa juga, tapi perbandingannya terlalu banyak pengaruh buruk  yang diterima untuk anak-anak. Mulai dari media konvensional seperti tv dan majalah. Kemudian media modern seperti Youtube, Twitter dan Instagram. Pengaruh buruk diantaranya adalah terorisme, kejahatan, konten dewasa, dunia malam dan perilaku seksual sudah terlalu banyak disebarkan melalui media. Semuanya sudah terlalu mudah dan sering untuk di konsumsi oleh anak-anak.

Buat adek-adek yang masih SD dan SMP, semangat yaa. Saya tau mungkin awalnya berat, tapi melalui sekolah ini kalian bisa terhindar dari contoh-contoh perilaku buruk. Media mungkin sangat menyenangkan dan menghibur, tapi perilaku buruk yang dicontohkan lewat media perlahan-lahan akan mempengaruhi sifat kalian. Jika terlalu banyak perilaku buruk yang kamu tonton, lama-lama kalian bisa jadi terpengaruh dan melakukan perilaku tersebut. Karena saya tau, ketika saya masih seusia kalian saya selalu ingin menjadi apa yang sering aku tonton dan dengar. Kartun misalnya, sampai sekarang saya masih menyukai One Piece dan Anime yang lainnya.

Jadi, karena saya ingin menjadikan adek-adek ini calon pemimpin negara. Saya sangat mendukung maksud pak menteri untuk  memperpanjang masa indah kalian di sekolah. Saya harap kegiatan kalian penuh kebebasan, lari-lari, main bola, dansa dan yang lainnya asal masih dalam pengawasan di sekolah. Jujur, saya yang sudah kuliah semester akhir ini sangat merindukan sekolah. Saya selalu ingin kembali ke masa itu. Jadi, hargailah masa-masa sekolah kalian yang menyenangkan ini.

Untuk masyarakat yang lainnya, mari bersama-sama berdoa untuk mendukung atas keberhasilan program pemerintah ini. Demi terwujudnya negara Indonesia yang maju.

Sekian.

Postingan terkait: