Tuesday, 31 January 2017

THE MANTAN


Kata seseorang mereka mudah datang dan pergi. Datang membawa buah tangan kasih sayang, lalu pergi meninggalkan pekerjaan yang teramat sulit. Perkerjaan untuk melupakan.

Dan kata seseorang, "Mereka sangat istimewa."

Dan aku menjawab, "Ya, mereka berlari dan berayun bagai dewi."

Segera seseorang itu pun berdiri dari tempat duduknya. Dan aku menemukan matanya sedang meneteskan air mata. Di tangannya ada sebait puisi yang seolah-olah adalah perasaannya. Ia mencoba untuk berpaling dariku.

Dan kata seseorang, "Aku sudah tidak ingin pergi lagi."

Dan aku menjawab, "Begitu pula denganku."

Namun, sekali lagi, cinta tak akan pernah bisa untuk dipaksaan. Mereka indah bagai seekor rusa yang sedang bercermin pada pada sungai surga. Namun, mereka kemudian mati dan menjelema menjadi bangkai yang bahkan burung gagak pun tak ingin mencium baunya.

Lalu seseorang bertanya, "Apa kau ingin aku menjadi seperti mereka, Ky?"

Dan aku menjawab, "Ya."

Dan seseorang pun menangis. Ia kemudian merobek sebait puisi yang ada di tangannya. Bukti bahwa perasaannya telah hancur berkeping-keping.

Dan aku berkata, "Aku rasa kau mampu untuk melupakanku, Din. Kertas itu adalah perasaanmu kepadaku. Kali ini kau sudah mampu merobek apa yang aku pernah tuliskan untukmu. Aku rasa, pekerjaan untuk melupakanku bukanlah hal yang sulit bukan?"

Dan seseorang menjawab, "Aku tak perlu melupakanmu, Ky. Ini adalah kenangan yang kau bawa bersamaku. Kau boleh membuatku menjadi seperti mereka-mereka yang telah pergi meninggalkanmu. Tapi kau tak akan pernah menjadi seperti mereka, meninggalkan pekerjaan yang sulit untukku."

Dan aku berkata, "Tapi mungkin kau juga mengatakan hal yang sama kepada mereka sebelum aku, hanya untuk bertahan. Aku sudah mengenalmu, Adinda."

Lalu seseorang berkata lagi, "Kali ini aku jujur, Ky!"

Lalu aku menjawab, "Sebelumnya aku telah mendengar hal itu darimu. Lalu kemudian ketika kau mengatakan kebohongan yang sama, kau bilang itu jujur hingga akhirnya semua kebohongan itu menjelema menjadi kebenaran. Kau pernah membuat aku pergi sebelumnya, lalu kau memaksaku untuk kembali dan sekarang aku tak akan menjadi orang yang sama lagi."

Dan seseorang berkata lagi, "Tolong hargai aku dulu. Aku tau kamu sekarang benci padaku. Tapi tolong berikan aku kesempatan sekali lagi."

Dan kemudian aku menjawab untuk terakhir kali, "Aku tidak benci padamu. Aku hanya merasa sedih, sakit hati, marah, dan kecewa. Tapi aku akan tetap memasang senyum ketika bertemu denganmu. Lalu aku akan pergi darimu tanpa seucap kata pun. Aku tau itu sangat sakit sekali, tapi aku akan bertahan."

Dan ketika aku mulai pergi meninggalkannya, Adinda masih tetap berdiri di antara sudut kota, teringat dalam hatinya ia berkata,

"Terimakasih telah menjadikan aku seseorang yang pernah singgah di hatimu, Ky."


Tag: THE MANTAN

Tuesday, 24 January 2017

KISAH PENJUAL ROTI BUTA DAN PEREMPUAN YANG SELALU DISINYA


Sebenarnya kisah ini adalah kenyataan yang membuatku terharu sejak pertama kali bekerja di Yogyakarta. 

Kenyataan itu datang dari seorang pria buta separuh baya yang menjajakan roti. Tangannya membopong dua wadah besar penuh dengan roti. Pada wadah besar itu tertulis 'ROTI 1500'. Ia terlihat seperti seorang yang setiap harinya berharap daganganya habis terjual.

Aku sedang terburu-buru saat itu. Lalu entah mengapa ketika aku sudah sampai di kantor, perasaanku penuh dengan rasa bersalah karena tidak membeli roti itu.

Kemudian aku putuskan kembali ke jalan tempat aku bertemu pria tadi. Namun, ia sudah tidak berada disana menjajakan roti yang dijualnya. Aku mungkin harus mencoba bertemu lagi hari esok.

Keesokan harinya aku tidak bertemu dengan penjual roti yang aku cari. Hari berganti demi hari, namun masih saja aku tidak bertemu dengan pria separuh baya itu. Aku benar-benar penasaran mengenai roti yang dijualnya.

Aku pernah memutuskan untuk duduk diam sejenak di tempatnya berjualan saat pertama kali aku lihat. Suasanya tidak terlalu nyaman. Udara yang aku hirup pun tidak seenak tempat tinggalku di daerah Banguntapan yang masih asri.

Namun ada satu harapan yang aku lihat. Seorang calon pembeli. Mahasiswa yang berlalu lalang. Mungkin keramaianlah yang membuat pria buta itu menjajakan rotinya disini. Hari ini sepi. Jalanan juga sepi. Aku harus mengerti pada pukul berapa jalanan ini ramai.

Aku masih berdiam diri disini. Menyalakan sebatang rokok yang bahkan aku lupa cara menikmatinya.

Perutku lapar.

Aku melihat ke arah langit yang sedikit mendung. Tapi jalanan terasa semakin ramai saja.

Aku merasakan sedikit rintih hujan yang memaksaku untuk segera pulang.

Aku segera menyalakan motorku.

Namun ketika hati ini hendak aku bawa pulang, seseorang yang aku nanti datang di tengah-tengah rintik hujan. Tanpa setangkai payung yang melindunginya dari rintik hujan yang dingin.

Awalnya aku tidak mengerti apa yang membuat pria buta itu begitu kuat menghadapi pahitnya hidup. Tetapi aku akhirnya mengerti ketika melihat seorang perempuan yang sedang menuntunnya berjalan disisinya.

Tuhan begitu baik.

Menciptakan setiap makhluknya berpasang-pasangan.

Perempuan itu memang tidak sempurna. Tubuhnya kerdil. Namun keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk setiap pasangan berlaku romantis.

Begitu pula dengan hujan. Malu rasanya hanya karena hujan aku hampir menyerah untuk bertemu pasangan penjual roti ini. Terima bapak dan ibu. Aku benar-benar malu ketika aku pernah menyerah dalam menjalani kehidupan.

Apa yang kalian perjuangkan lebih hebat dariku. Segala hal yang sedang kalian hadapi lebih sulit dariku. Namun aku tau satu hal. Meskipun kalian memiliki fisik yang tidak sempurna, namun keberadaan kalianlah yang saling melengkapi.

Aku mengerti sekarang. Kalian lebih hebat dan kuat seratus kali atau bahkan lebih dari orang-orang yang hanya mengemis dan mengamen di jalanan. Padahal mereka mungkin lebih sempurna fisiknya dari pada kalian.

Tetapi kalian tetap melakukan perjudian dalam menjalani hidup. Membuat roti yang jika tidak habis hari ini, maka akan merugi. Sebaliknya kalian masih berharap mencari sedikit rizky yang halal dari keuntungan menjual roti.

Semoga setiap hari laris terjual.

Sebagai pria buta yang berbadan besar aku tau tubuhnya kuat. Namun apa gunanya jika ia berjualan roti tapi tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh para pembeli. Bisa jadi ia merugi.

Namun, ada seorang perempuan yang selalu ada disisinya. Meskipun kerdil dan mungkin tidak mampu membopong begitu besarnya wadah roti itu. Tapi perempuan itu adalah alasan mengapa pria buta tadi mampu menjalani hidup.

Entahlah, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika salah satu dari kalian pergi lebih dulu dari dunia. Sehat selalu ya bapak dan ibu.

Kalian telah menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa bagiku.

Aku mendekat kepada mereka yang sedang berjalan mencari tampat berteduh.

Ketika mereka sudah berteduh mereka tersenyum ketika melihat aku mendekat. Aku melihat wadah roti yang satu sudah kosong. Sementara wadah roti yang satunya lagi setengah penuh.

"Bu, rotinya masih ada?" Tanyaku.

"Wonten nak,"

Jawab si ibu padaku. Sementara pria buta itu hanya tersenyum.

"Tumbas pinten?" Tambahnya.

"Setunggale pinten bu?" Tanyaku.

"Setunggal ewu gansal atus nak. Bade sing rasa napa? Coklat?"

"Nggih pareng bu." Kataku.

Aku mengambil uang sepuluh ribuan. Ibu itu mengemasi roti yang aku beli kedalam kantong plastik hitam.

Kemudian aku melihat tangannya menerima sepuluh ribuan tadi. Kemudian ia mengambil uang kembaliannya dengan hati-hati. Suaranya mendadak lirik.

"Maturnuwun," katanya.

Aku melihat matanya berkaca-kaca. Lalu aku mendengar suara yang sangat lirik melalui telingaku.

"Alhamdulillah."

Aku merasa tambah malu ketika mendengar kalimat hamdallah ini. Dari seorang pria buta penjual roti ini dan perempuan yang selalu berada disisinya, selalu ada rasa syukur pada setiap nikmat yang mereka terima.

Namun aku kadang malah merasa masih saja kurang dengan nikmat yang Allah berikan padaku.

Alhamdulillahirabbil alamin..

Ini adalah suatu nikmat yang Allah berikan padaku. Terimakasih telah memberikan aku kesempatan untuk menikmati roti coklatnya yang sangat enak. Terimakasih juga atas segala nikmat yang telah Engkau berikau pada hambamu selama ini.

Terutama pada hari ketika aku menemukan kisah penjual roti buta dan perempuan yang selalu disisinya.


***


Jika Anda sedang di Yogyakarta dan melewati Jl. Affandi, Jl. Bougenville, Jl. Agro atau Jl. Selokan Mataram mampirlah sebentar untuk membeli beberapa roti yang dijual oleh Pria buta ini.

Sekian semoga mengisnpirasi.

Thursday, 12 January 2017

DIMANA BUDAYA INDONESIAMU?

Dimana Budaya Indonesiamu?
Tentik.com
Pagi ini hampir sebulan aku pindah dari kota Bandung ke kota Yogyakarta. Kedua kota ini sama kaya akan sejarah, kaya akan kultur dan budayanya dan kaya akan kebarat-baratannya.

Aku merantau tujuannya sudah pasti untuk mendapat ilmu. Namun, aku takut ilmu ini membuat gaya hidupku menjadi kebarat-baratan. Seperti sebagian orang yang aku kenal.

Sok-sokan pake bahasa Inggris yang kurang fasih. Sok-sokan makan di restaurant cepat saji milik perusahaan asing. Sok-sokan naikin standard pasangan impian yang rupanya mirip artis luar negeri (*baca: Korea, Jepang, Thailand).

Aku takut ketika melihat muda-mudi mabuk-mabukan. Aku takut ketika tau muda-mudi sudah sangat banyak yang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya yang belum sah. Aku takut ketika menjadi salah satu diantara mereka.

Semoga saja tidak.

Lalu aku putuskan untuk mencari ilmu agama saja. Kemudian ketika aku sudah merasa alim, aku malah takut gayaku akan menjadi kearab-araban. 

Lantas, Dimana Budaya Indonesiaku?

Indonesiaku masih disini. Dihatiku dan aku tau masih banyak orang yang bertahan dengan budayanya yang asli Indonesia. Bukan berarti menolak budaya asing yang masuk. Mereka lebih pandai memilah mana budaya asing yang positif dan mana yang harus di hindari.

Namun pada kenyataanya, pertumbuhan tempat hiburan malam kian tidak bisa kita hindari. Mulai dari kelas yang ecek-ecek sampai yang *esex-esex. Pengunjungnya ramai dan ternyata mereka semua mayoritas dari kalangan terpelajar. 

Kemudian, aku disini hanya diam.

Bersama banyak masyarakat yang lain, aku hanya diam melihat kenyataan penjajahan budaya asing masuk pada kaum pemuda di Indonesia.

Tidak hanya di Bandung dan Yogyakarta saja.

Dari pada memikirkan kebobrokan yang ada di Indonesia. Kita malah lebih sering disibukan dengan perdebatan bumi datar. Lebih sering disibukan dengan isu makar. Lebih sering disibukan dengan kopi mirna. Lebih sering disibukan dengan penistaan agama.

Yang benar saja.

Jujur saja aku lebih tertarik dengan isu boy meninggal daripada semua hal itu.

Keborokan apalagi yang akan terjadi setelah ini?

Apa kita hanya diam saja?

Menunggu pergerakan pemerintah yang entah bagaimana?

Sudahlah. Aku seharusnya tidak berfikir demikian.

Karena masih ada banyak pula pemuda yang masih teguh memegang erat budaya Indonesianya.

Sekarang biarkan aku bertanya pada Anda.

Bagaimana dengan Budaya Indonesia Anda?

"KALAU SUDAH DAPAT ILMU, GAYAMU KEBARAT-BARATAN..
KALAU SUDAH MERASA ALIM, GAYAMU KE ARAB-ARABAN...
BUDAYA INDONESIAMU, DIMANA???"

TAG: DIMANA BUDAYA INDONESIAMU

*Note: 
Kenapa hanya negara-negara di wilayah Asia saja yang disebutkan untuk standard gadis impian, bagaimana dengan gadis-gadis dari negara-negara Arab dan Eropa? 
Ya, Karena fantasiku baru mencapai di negara-negara tersebut. Mungkin suatu saat aku akan memikirkan bagaimana untuk mendapatkan gadis latin, tapi lebih baik aku melupakan fantasiku dan mencari gadis impian di Indonesia saja.

Maaf. Esex-esex itu apa ya, Pik?
Sebuah kegiatan enak yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang. Udah itu aja cukup. Jangan minta lebih.


Monday, 9 January 2017

TIPS JITU ANTI TELAT BANGUN SHUBUH



Bagi banyak orang, bangun (sebelum) subuh adalah sesuatu yang sangat berat. Padahal keutamaannya sangat besar, yaitu bisa mengikuti jamaah di belakang imam yang pahalanya sama seperti shalat sepanjang malam.

Orang-orang dengan kualitas terbaik, ada dalam shaf shalat subuh di masjid2. Wajar, sayap militer Hamas Brigade Izuddin Al Qassam mencari kadernya dari orang2 seperti ini. Tentunya akhwat shalihah pun mendambakan calon imam yang rajin subuhan di masjid.

Inilah tips yang mimin kumpulkan dari bbrp referensi & pengalaman pribadi.

1. Luruskan dan kuatkan niat. Niat adalah motivasi seseorang dalam berbuat sesuatu. Niat adalah jawaban dari pertanyaan 'mengapa'. Mengapa kita mau bangun subuh? Harus LILLAH. Bukan krn manusia. Kita mau jadi org lebih baik di hadapan-Nya.

2. Jangan kebanyakan makan malam. Kondisi kekenyangan sebelum tidur itu bikin kita terbuai dan sulit bangun.

3. Pasang lebih dari satu alarm dengan jeda yang acak. Alarm bisa dipasang mulai 30 menit sebelum waktu adzan, lalu jeda setiap 5 menitnya.

4. Minta tolong teman atau keluarga untuk membangunkan. Tips ini hanya berlaku kalau teman dan keluargamu juga bisa bangun subuh. 😂

5. Beri hukuman pribadi kalau kamu telat bangun. Misal, bakal sodaqoh 50.000 di siang hari

6. Jangan begadang, apalagi begadang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat

7. Berwudhu, tidurlah dalam keadaan suci. Malaikat akan mendoakan agar Allah mengampuni kita krn tidur dalam keadaan bebas dari hadats

8. Biasakan baca surat Al Mulk sebelum tidur, di mana surat ini memiliki faidah untuk menyelamatkan kita dari siksa kubur.

9. Berdoa kepada Allah yang menggenggam nyawa kita di saat tidur.

10. Buat kebiasaan. Jangan puas dengan bangun subuh 1 kali. Kita perlu menumbuhkannya jadi kebiasaan. Paling tidak ulangi terus tanpa putus selama 30 hari.

11. Ketika bangun, langsung berdoa, lalu bergegas wudhu, lantas shalat sunnah. Sebab saat tidur setan mengikat manusia dgn 3 ikatan, yg hanya bisa lepas dengan berdoa, berwudhu, dan mendirikan shalat. Setelah itu pergilah ke masjid terdekat.

Udah. Tips ini boleh ditambah sama jamaah di komentar dibawah! hehe

Source:

Friday, 6 January 2017

MERAYAKAN KEHILANGAN: BAGAIMANA CARA MERELAKAN?

Hapus Aku!
Perlahan aku mulai mampu memudarkan perasaan padamu. Luka yang kamu berikan berulang-ulang kali pada hatiku, tak ada satupun yang menjelema menjadi dendam. Aku sudah siap untuk kehilanganmu sejak aku memutuskan untuk jatuh hati saat itu.

Aku senang pernah menjadi salah satu jembatan menuju kelulusanmu kemarin. Meskipun tak banyak yang bisa aku lakukan, tapi sangat menyenangkan bagiku memiliki sedikit kesempatan untuk membantumu menyelesaikan kuliahmu sebelum kita benar-benar berpisah.

Anehnya. Saat itu kamu pergi tanpa mengambil apa-apa, namun membuatku sangat kosong. Nan gelap. Meninggalkan jejak cahaya yang tak mampu aku raih. Mengharumkan sepanjang nafasku yang tak mampu aku hirup.

Aku yang salah karena mencoba untuk lari dari masalah kita. Aku yang membuang waktu bersamamu. Aku pula yang menciptakan jarak yang sangat jauh darimu. Kemudian, baru aku tau betapa rapuhnya hati ketika merindu.

Sehebat apapun aku bertahan dengan cinta ini, takkan pernah ada kesempatan untuk kembali. Kamu terus hilang perlahan dalam angan. Bagai kembang api tahun baru yang melesat jauh tak terjangkau. Lalu meledak keras di angkasa. Hancur berkeping-keping. Merayakan kehilangan.

Akhirnya, kini aku mengerti bagaimana cara merelakan.

Lantas, bagaimana cara merelakan?


TAG: BAGAIMANA CARA MERELAKAN?
Silahkan jawab di kolom komentar. Terimakasih.