Sabtu, 22 April 2017

KEDENGKIAN

Jernihkan Hati dari Iri Guys!
Terkadang apa yang kita lihat tidak seperti apa yang kita bayangkan
Kita liat seseorang bahagia dengan segala kecukupannya
Namun sebenarnya kita tidak tau begitu banyak kekurangannya
Kebahagiaan yang kita kira, mungkin tak sebanyak rasa sakit yang ia rasakan

Kedengkian selalu ada pada diri manusia
Ia hidup dari setiap kebencian yang dibawa oleh Syaitan
Ia membunuh perasaan syukur yang ditujukan pada Tuhan
Namun ternyata kita tidak menyadarinya

Rabu, 12 April 2017

NYARI TOPIK BIAR KITA CHAT TERUS ITU SUSAH

Nyari topi buat chatingan sama kamu, itu sulit.
Andai engkau tahu. Bila menjadi aku, ada sejuta kata di kepala yang tak mampu aku tulis.
Aku tidak bisa membuat kita chat terus. Nyari topik itu susah.
Tapi aku tetap mencoba untuk menulisnya.

Kadang aku ini takut. Bila yang aku tulis, adalah sebuah kesalahan kata yang tak kau suka.
Aku tidak bisa membuatmu nyaman. Menuliskan kata untukmu itu berbeda.
Tapi aku akan tetap mencoba untuk jujur.

Aku ingin kau menjadi milikku.
Bagaimana pun caranya, biar nanti aku yang mencari.
Jika kita bertemu, kau bisa melihat mataku.
Aku akan selalu jujur padamu.

Aku jujur.
Memintamu dengan tulus, dan sepenuh hati.

Aku jujur.
Memintamu apa adanya, dari hati yang lemah ini.

Aku jujur.
Nyari topik biar kita chat terus, itu sulit.

Minggu, 09 April 2017

PENJAHAT IBUKOTA

Penjahat
Suatu hari, ada seorang pria muda dengan tubuh kekar di sudut kota Jakarta. Namun, ia lemah karena belum makan seharian. Ia lapar. Ia sangat lapar. Setiap hari ia hanya duduk di atas trotoar ibu kota dan menjulurkan tangannya kepada setiap mereka yang lewat.

Pria dengan tubuh kekar itu mengemis dan mengulang lagu sedih dari kekalahan hidupnya di masa lampau. Sedangkan kini ia masih saja menderita lapar pada perutnya dan malu pada perasaanya.

Ketika malam datang, bibir dan lidahnya pecah-pecah, sementara tangannya masih kosong sama seperti perutnya.

Ia bangkit dan keluar dari kota, kemudian duduk di bawah sebatang pohon dan menangis. Lalu ia menengadah untuk menatap ke langit, sementara rasa lapar terus menggerogoti tubuhnya, dan ia berkata, 

"Oh Tuhan, aku pergi kepada seorang lelaki kaya di sudut ibukota untuk meminta pekerjaan, namun ia memalingkan muka karena kegembelanku. Aku mengetuk sebuah pintu sekolah, namun dilarang masuk karena aku tidak memiliki apa-apa. Aku mencari pekerjaan yang akan memberiku sesuap nasi, tapi semuanya tidak berhasil. Dalam keputusasaanku akhirnya aku mengemis, namun mereka melihatku dan berkata, "Ia malas, dan seharusnya ia tidak mengemis." Oh Tuhan, inikah kehendakmu sejak aku dilahirkan di ibukota, dan kini dunia telah menawarkanku kembali padamu."

Ekspresi wajahnya lalu berubah. Ia bangkit dan matanya kini berbinar, berisi penuh kepastian. Ia mengambil tongkat besi dari sisa bangunan, dan menunjuk ke arah kota Jakarta. Ia berteriak,

"Aku meminta sesuap nasi dengan seluruh kekuatan suaraku namun ditolak. Kini aku akan mengambilnya paksa dengan kekuatan dari ototku! Aku ingin nasi atas nama berkah dan cinta, namun manusia meremehkannya tanpa rasa peduli. Aku akan mengambilnya atas nama kejahatan dan rasa benci."

Tahun-tahun berlalu dan si pemuda itu menjadi perampok, pembunuh dan penghancur jiwa. Ia menginjak semua orang yang mencoba melawannya. Ia mendapatkan harta berlimpah yang ia menangkan atas kekuatannya. Ia dikagumi oleh teman-temannya, diirikan oleh pencuri-pencuri lain, dan ditakuti oleh masyarakat Jakarta.

Kekayaan dan kekuatannya membuatnya memiliki kekuasaan atas ibukota. Proses menyedihkan yang dilakukan oleh pemimpin yang tidak bijaksana. Pencurian lalu seperti dilegalisasikan, menginjak yang lemah menjadi hal yang biasa, kejahatan dilakukan dan dipuja.

Sentuhan pertama keegoisan manusia telah membuat penjahat yang sederhana, dan pembunuh dari kedamaian. Ketamakan manusia telah tumbuh dan menyerang manusia. 

Perasaan dendam pun tercipta dimana-mana. Siklus menyakitkan yang tak akan pernah berhenti, berawal dari keegoisan manusia itu sendiri.

Kejahatan lahir dari manusia itu sendiri.

"Kejahatan lahir dari dendam yang dibawa manusia sendiri. Semakin besar dendam yang dibuat, semakin besar pula kejahatan yang akan kembali." 
 - Ficky Septian Ali -

Jumat, 24 Maret 2017

GRATIS DOMAIN DAN HOSTING SETAHUN, BURUAN DOWNLOAD!


Hari ini gue seneng banget.

Seseorang tiba-tiba ngasih gue hosting dan domain gratis. 

Sebagai rasa terimakasih, saya juga ingin ikut serta dalam membagikan hosting dan domain gratis ini.

Domain apapun ada! Gratis mau .com mau .info mau apalagi? Hehe! Cek aja sebelum kehabisan.

Sekedar membagikan informasi. Saat ini mas INDRA sedang ada program GROW Exabytes. Dan sekarang sedang membagikan 5000 domain .com + 5GB email hosting (5 akun) gratis 1 tahun pertama.

Langsung saja , dapatkan disini: http://riffhold.com/3Ey

Buruan, sebelum kehabisan!

Rabu, 22 Maret 2017

NYANYIAN HUJAN


Aku ditandai dengan benang perak yang jatuh dari surga
Oleh para dewa. Alam lalu mengambilku, untuk mengagungkan
Ladang dan lemahnya.

Aku adalah mutiara yang indah, dipungut dari
Mahkota Ishtar oleh putri-putri Fajar
Untuk menghias kebun.

Ketika aku menangis, bukit-bukit tertawa
Ketika aku merendahkan diriku, semua bunga bersuka ria
Ketika aku membungkuk, semua benda gembira.

Ladang dan awan adalah sepasang kekasih
Dan di antara mereka aku adalah pembawa berkah.
Aku memuaskan dahaga salah satunya
Dan aku menyembuhkan sakit untuk yang lain.

Suara guntur mengumumkan kedatanganku,
Sosok pelangi menandai kepergianku.
Aku seperti kehidupan duniawi, yang mulai saat
Kaki unsur gila dan berakhir
Di bawah sayap kematian.

Aku muncul dari hati lautan dan
Membumbung tinggi bersama angin.
Ketika aku melihat sebuah ladang
membutuhkan, aku turun dan merengkuh bunga dan
Pepohonan dengan satu juta cara.

Aku menyentuh lembut jendela dengan
Jari lembutku, dan pengumumanku adalah
Nyanyian selamat datang. Semua dapat mendengar, namun hanya
Yang sensitif yang dapat memahaminya.

Panas di udara memberi kelahiran bagiku,
Tetapi sebagai balasannya aku membunuhnya,
Seperti seorang wanita yang merawat seorang pria, namun
Malah dia yang mati lebih dulu.

Aku adalah desahan laut;
Tawa ladang;
Air mata surga.

Dengan cinta -
Desahan dari lautan kasih sayang yang dalam; Tawa dari
Ladang jiwa yang beraneka warna; Air mata dari
Kenangan surga yang tak pernah berakhir.



Tears and Laughter
Kahlil Gibran